Saturday, 19 July 2014
Kind of Woman Every Guy Needs – Bagian I
When she looks at me, I know the girl sees things nobody else can see
All of the secret fears inside and all the craziness I hide
She looks into my soul and reads me like nobody can
And she doesn’t judge the man, she just takes me as I am
Memahami pria? Bukankah hanya wanita yang ingin dimengerti?
Ya. Wanita ingin dimengerti. Wanita menunjukkan dengan jelas betapa ia butuh pria yang bisa memahaminya. Pria itu berbeda. Pria jarang mengungkapkan ia butuh wanita yang seperti apa secara emosional. Biasanya pria hanya membicarakan kriteria fisik: Cantik (Duh).
Mengapa pria jarang membicarakan kebutuhan emosional yang ia perlukan dari wanita? Pria ingin dipandang sebagai orang yang tangguh, orang yang dapat diandalkan. Pria menganggap mengobrolkan kebutuhan emosional membuat dirinya terlihat lemah, tidak mampu, mudah diserang.
Kabar gembiranya, wanita yang memahami kebutuhan emosional pria akan mendapat banyak nilai plus di mata pria. Seperti pria yang mengerti kebutuhan emosi wanita, wanita yang paham lawan jenisnya akan menjadi jauh lebih menarik. Membuat pria mau melakukan banyak pengorbanan untuknya.
Yang jarang dimengerti wanita, kebutuhan emosi pria itu berbeda dengan kebutuhan wanita. Memberi perhatian kepada pria dengan cara yang tampak baik bagi wanita justru seringkali berakibat buruk. Saya coba bahas arti kalimat Come What May ini ya.
When she looks at me, I know the girl sees things nobody else can see
All of the secret fears inside and all the craziness I hide
Pria ingin dipandang sebagai orang yang ahli dalam berbagai hal. Orang yang dapat diandalkan. Terlebih lagi, pria ingin dipandang dapat diandalkan oleh wanita yang ia sukai. Most of the time, man wants to impress the woman he loves. Sayangnya, pria sadar kalau ia punya banyak keterbatasan. Pria takut sekali kalau ia terlihat lemah. Kalau ia dipandang rendah karena tak bisa apa-apa, tak tahu apa-apa.
Banyak wanita yang merasa bahwa ego pria itu besar. Sebenarnya ego pria itu rapuh (Iya, kami pria-pria rapuh. Duh). Ketika ego pria terusik, pria akan marah. Wanita menganggap pria egois, padahal pria sedang melindungi egonya yang hancur. Wanita yang memahami hal ini akan sangat hati-hati ketika membicarakan kelemahan pria.
Wanita punya kemampuan yang sangat besar dalam membangun harga dan citra diri pria. Wanita bisa memberikan afirmasi yang pria butuhkan. Afirmasi bahwa pria tak perlu mengkhawatirkan ketakutan yang menghantuinya. Afirmasi bahwa apa pun yang terjadi, sang pria tetap ksatria yang wanita kagumi.
She looks into my soul and reads me like nobody can
And she doesn’t judge the man, she just takes me as I am
Pria memandang hidupnya sebagai kompetisi. Hidup itu bersaing dengan pria-pria lainnya. Bersaing dalam hal kemampuan. Bersaing dalam hal penghasilan. Hingga bersaing soal kekasih. Dan layaknya persaingan, pasti ada yang menjadi juri. Ada yang menilai, ada yang membanding-bandingkan. Pria memandang orang-orang di sekitarnya selalu menilai dirinya, mengawasinya. Well, setidaknya para pria di sekitarnya menilai dirinya. Karena toh ia selalu menilai kemampuan dan pencapaian pria-pria lain.
“Oh, kemampuannya cuma segitu.” “Penghasilan gue lebih besar.” “Oh, istri gue lebih bahagia daripada istrinya.” Ketika ada pria lain yang mempermalukannya, mengusik harga dirinya, afirmasi seperti ini yang akan pria katakan pada dirinya sendiri. Ia akan membandingkan dirinya dengan orang tersebut.
Berbeda lagi kasusnya jika wanita yang mempermalukan pria. Jarang pria yang memandang dirinya berkompetisi dengan wanita. Ketika dipermalukan oleh wanita, terutama kekasihnya, pria tak bisa melawan dengan afirmasi semacam itu. Alhasil pria hanya bisa marah, kesal.
Mempermalukan pria itu seperti apa? Menekankan kesalahan pria. Mempermasalahkan ketidakmampuan pria. Menunjukkan kekecewaan pada pria.
Pria banyak berbuat kesalahan. Kesalahan itu sendiri sudah sangat mengintimidasinya. Pria sudah sangat tertekan akibat kesalahan itu. Ketika wanita membicarakan kesalahannya, seperti, “Tuh kan, saya bilang juga apa,” “Kamu ngga pernah melakukan ini buatku,” harga diri pria seperti diinjak-injak. Bahkan pertanyaan seperti “Mengapa kamu malah membeli ini sih? Barangnya kan jelek,” pria merasa terpojokkan. Pria merasa tidak dihormati. Umumnya respon pria adalah marah.
Wanita yang memahami pria akan hati-hati ketika men-judge. Wanita yang memahami pria akan menunjukkan rasa hormatnya pada pria. Menunjukkan kekaguman.
Layaknya wanita membutuhkan cinta tanpa syarat dari pria yang ia kasihi, bahwa “Bagiku kamu tetap yang tercantik, “Bagiku kamu satu-satunya yang kucintai.” Pria membutuhkan rasa hormat tanpa syarat. Kekaguman tanpa syarat. Bahwa wanita yang ia pilih akan selalu mengatakan “Saya bangga sama kamu,” “Saya percaya sama kamu.” Bahwa wanita yang ia pilih akan selalu membanggakan kelebihan sang pria di depannya, dan juga di depan teman-temannya.
This is the kind of woman every guy needs.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment