Saturday, 2 August 2014
Pesona Terpancar dari Wanita yang Menarik
“Scarlett O’hara tidaklah cantik, namun jarang pria yang menyadarinya setelah mereka terperangkap dalam pesonanya.” Kalimat pertama dalam novel klasik Gone with the Wind ini cukup unik. Tokoh utama dalam novel ini, Scarlett, bukanlah wanita yang sangat menarik secara fisik. Namun ke mana pun ia pergi, Scarlett selalu dikejar-kejar pria.
Scarlett itu tokoh fiksi, namun dalam kehidupan nyata memang demikian. Wanita yang percaya diri memiliki pesona tersendiri. Sering saya temukan wanita yang kecantikan fisiknya biasa-biasa saja, namun selalu ada pria yang mengejarnya. Walau terkadang ada wanita lain yang secara tampang lebih cantik yang sebenarnya naksir pria ini, sang pria tetap memilihnya. Mitos laki-laki menilai wanita dari fisiknya tidak sepenuhnya benar.
Pernyataan pria menyukai wanita yang cantik itu benar. Anggapan pria lebih sensitif memandangi wanita cantik daripada wanita melihat pria ganteng memang iya (setidaknya beberapa riset menunjukkan hal ini). Namun pria bukanlah makhluk dangkal yang menyukai wanita hanya dari penampilannya saja.
Kalau saya mengamati wanita, banyak yang insecure dengan penampilannya. Salah satu riset di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 9 dari 10 wanita merasa insecure akan fisiknya. “Uh, berat gue naik lagi. Tambah gendut ih.” “Kalau aja gue punya kulit kayak dia.” Perasaan semacam ini sering menyerang wanita. Bahkan insecurity semacam ini dihadapi pula oleh wanita yang secara fisik sangat menarik.
Rasa insecure semacam ini umumnya bisa teratasi jika ada yang memujinya cantik. Namun katanya efeknya jauh lebih terasa kalau pujian seperti ini datang dari pria. Kaum hawa berusaha agar memiliki penampilan menarik. Kadang memaksakan diri agar sesuai dengan stereotip cantik orang-orang. Langsing, tinggi semampai, kulit putih. Yang memprihatinkan kadang memaksakan diri ini membuat wanita itu sendiri tersiksa dan tidak bahagia.
Merawat diri itu baik. Tak ada pria yang tidak suka akan wanita yang tidak peduli akan penampilannya. Namun apakah perlu sampai merenggut kebahagiaan itu sendiri? Obsesi ingin dianggap menarik yang berlebihan justru membuat pria menjauh. Mengapa? Karena biasanya wanita semacam ini tidak seru kalau diajak main (bukan “main” ya. Duh) atau sekadar ngobrol.
Ada pernyataan menarik dalam manga Salad Days. Kamiyama Yuuki, tokoh utamanya, digoda oleh playgirl yang menganggap semua lelaki bisa ditaklukkan dengan wajah cantiknya. Yuuki menolaknya. “Kalau hanya mengandalkan tampang, kau memang cepat disukai banyak cowok. Tapi maaf, tak lebih dari itu,” katanya.
Pria jauh lebih tertarik pada wanita yang punya kepribadian menarik daripada mengejar gadis cantik ketika dipandang tapi pribadinya tidak menyenangkan. Walau pria tetap menginginkan wanita yang cantik (pssst… tipe cantik pria itu berbeda-beda lho!) , bukan berarti pria tak melihat inner beauty wanita. Inner beauty yang terpancar dari kepercayaan diri wanita dan bagaimana sang wanita membawa diri. Girls, be smart, and your confidence will shine through men’s heart.
Pesan bagi wanita, untuk menjadi menarik di mata pria,kamu tak harus seperti Dian Sastro, Jessica Alba, atau Sabina. Jadilah dirimu sendiri. Cintailah dirimu sendiri, dan pria akan menganggapmu menarik, sangat menarik. Mungkin bukan semua pria, tapi pria yang hanya untukmu akan menganggapmu menarik. Dan bukankah itu cukup?
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment