Friday, 10 January 2014
Coret-Coretan tentang Membaca
How many a man has dated a new era in his life from the reading a book. The book exists for us perchance which will explain our miracles and reveal new ones.
Henry David Thoreau
Semasa kecil, Soekarno hidup miskin. Buku-buku yang ia miliki terbatas. Mainan anak-anak pun tidak ia miliki. Soekarno banyak belajar dengan berpidato di tengah malam. Berorasi tentang penyelamatan dunia. Tanpa penonton.
Walau seadanya, ia berusaha untuk membaca buku. Buku yang berkesan bagi Soekarno kecil adalah Si Tukang Kebun, yang ia baca saat berusia 13 tahun. “…daun-daun kayu yang coklat dan kering harus jatuh dan memberikan tempatnya kepada pucuk yang hijau dan baru. Dua puluh tahun kemudian barulah aku mengerti,” ujar Soekarno tentang isi buku itu.
Saat sekolah di HBS Surabaya, Soekarno bisa membaca banyak buku, diberikan oleh mentornya, HOS Tjokroaminoto. Bagi Soekarno saat itu, buku adalah pelarian karena “…tak seorang pun mencintaiku seperti yang kuidamkan…” Ia merasa kesepian. Selain itu ia juga ingin lari dari hidupnya yang sengsara. Melalui buku, Soekarno merasa bertemu dengan orang-orang besar, pengarang dan tokoh-tokoh dalam buku. “Buah pikiran mereka menjadi buah pikiranku. Cita-cita mereka adalah pendirian dasarku,” kata Soekarno.
Setelah kuliah di Bandung, makin terpuaskan hasrat membaca Soekarno dengan adanya perpustakaan kampus. Ir. Sutoto, rekan mahasiswa Soekarno, kagum atas kecepatan baca Soekarno dan ingin mengetahui buku apa saja yang dibaca Soekarno. Soekarno kebanyakan membaca sastra, politik, dan humaniora (sejarah, filsafat, hukum, bahasa, seni). Soekarno menyebut buku sebagai “Dunia Pemikiran.”
Saat membaca Declaration of Independence, Soekarno merasa Thomas Jefferson sedang berbicara kepadanya. Soekarno “berbincang” dengan George Washington. Mendalami perjalanan Paul Revere. Soekarno sengaja mencari-cari kesalahan dalam kehidupan Abraham Lincoln agar dapat berdiskusi dengannya. Soekarno merasa berbicara dengan William Gladstone, perdana menteri Inggris. Dengan Sidney dan Beatrice Web, pendiri Gerakan Buruh Inggris. Ia merasa bertatap muka dengan Mazzini, Cavour, dan Garibaldi dari Italia. Dengan Otto Bauer dan Adler dari Austria. Dengan Karl Marx, Friedrich Engels, dan Lenin dari Rusia. Soekarno merasa mengobrol dengan Jean Jacques Rousseau, Artisde Briand, dan Jean Jaures, ahli pidato Perancis.
“Aku meneguk semua cerita ini. Kualami kehidupan mereka. Aku sebenarnya adalah Voltaire. Aku adalah Danton pejuang besar Revolusi Perancis. Seribu kali aku menyelamatkan Perancis seorang diri dalam kamarku yang gelap. Aku menjadi tersangkut secara emosional dengan negarawan-negarawan ini,” katanya.
Soekarno sangat aktif saat membaca. Ia memberi garis bawah pada kalimat-kalimat yang ia anggap penting. Paragraf-paragraf tertentu ia beri lingkaran. Soekarno menuliskan catatan di pinggir halaman. Ia memberi tanda halaman buku yang berisi gagasan-gagasan yang ia setujui maupun tidak ia setujui. Jika kita membuka buku yang pernah ia baca, kita akan mengetahui alur pikiran Soekarno. Buku-buku perpustakaan yang pernah ia pinjam pasti menjadi penuh coretan Soekarno.
Dalam hidup, banyak mimpi yang ingin kita wujudkan. Keinginan untuk membuat diri kita menjadi lebih baik. Keinginan untuk bisa menjadi orang yang lebih berarti dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita.
Semua keinginan dan berbagai hal yang ingin kita wujudkan membutuhkan pengetahuan tentang cara melakukannya, terutama ketika kita mengejar hal yang penting bagi hidup. Menghadapi tantangan. Untuk menyelesaikan tantangan yang ada membutuhkan komitmen untuk belajar.
Diperlukan banyak usaha untuk menyelesaikan tantangan-tantangan yang kita hadapi, kemungkinan bagi kita untuk menyelesaikannya mungkin tidaklah banyak. Untungnya, kita hidup di masa modern. Banyak orang yang sudah meninggalkan jejak berarti yang membagikan kebijaksanaan yang telah mereka peroleh melalui buku.
Buku memberikan peluang besar untuk mengembangkan diri. Berbagai hal yang ingin kita pelajari ataupun ingin kita capai, ada buku-buku bagus yang bisa membantu. Membaca mengenalkan kita kepada ide-ide baru yang bisa saja mengubah hidup kita dan memberikan pengalaman memuaskan yang sebelumnya tak pernah kita pikirkan. Tidak heran kalau banyak orang yang mengubah dunia aktif sekali membaca.
The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go.
Dr. Seuss, I Can Read With My Eyes Shut!
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment