Friday, 25 July 2014
Kind of Woman Every Guy Needs – Bagian 3 (Terakhir)
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=w8vSqjJA4G0]
Sekarang kita mulai masuk reff dari lagu Come What May ini ya.
Come what may she believes
And that faith is something I’ve never known before
Come what may she loves me
And that love has helped me open a door
Making me love myself a little more
Lirik ini menekankan bahwa wanita memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap diri pria. Wanita bisa membuat semangat pria berapi-api, atau padam tanpa energi.
Pria butuh dikagumi, dipuja, dipercaya. Terutama oleh wanita yang ia cintai. Harga diri pria membumbung tinggi jika wanitanya memiliki hal ini. Pria menjadi percaya diri bahwa ia bisa melakukan banyak hal.
Seberapa besarkah pengaruh kekaguman wanita terhadap pria? Setidaknya ada 3 contoh yang bisa saya berikan tentang pengaruh besar wanita pada keberhasilan pria.
Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar abad XIX, bisa berhasil karena rasa percaya seorang wanita. Kebanyakan orang sudah tahu bahwa Thomas kecil drop out dari sekolah. Hal ini terjadi karena ibunya, Nancy Edison, percaya akan kemampuan Thomas.
Semasa bersekolah, Thomas sulit fokus belajar di kelas. Ia sering bertanya saat gurunya tengah mengajar, yang kadang pertanyaannya terdengar konyol. Saat itu bertanya tidak boleh dilakukan, tugas murid hanya mengikuti perintah guru. Belum lagi Thomas yang mengidap ADHD sering mengganggu pelajaran. Kesal, gurunya menghukum Thomas dan melabelinya addled (semacam goblok mungkin ya terjemahannya).
Thomas merasa malu, harga dirinya dijatuhkan di depan teman-temannya. Ia pulang ke rumah sambil menangis. Melihat Thomas yang dipermalukan di sekolah, Nancy marah. Bukan pada Thomas, tapi pada gurunya.
Nancy pergi ke sekolah sambil membawa Thomas. Ia melabrak gurunya, meminta klarifikasi. Gurunya menjawab Thomas terlalu bodoh untuk bisa belajar di sekolah. Nancy balik menjawab, “Thomas ini jauh lebih pintar dan lebih cerdas dari siapa pun yang ada di sekolah ini. Mulai hari ini Thomas keluar dari sekolah ini, saya sendiri yang akan mendidik Thomas.”
Saya membayangkan bagaimana perasaan Thomas saat itu. Bagi pria, walau masih anak-anak, harga diri dinilai dari kemampuannya. Dari bagaimana ia bisa menunjukkan keahliannya. Mendapat penilaian tak mampu belajar sangat menghantam percaya dirinya. Jatuh.
Perasaan yang hancur itu mulai terbangun kembali ketika ia melihat ibunya tetap percaya pada Thomas. Tidak sepenuhnya memang. Namun dari interaksi hari-hari berikutnya, Nancy mengajari Thomas berbagai hal. Nancy sangat percaya bahwa Thomas mampu untuk belajar. Mengagumi setiap perkembangan anaknya. Memuji setiap keberhasilan yang anaknya raih. Menghibur ketika anaknya gagal.
Ibunya membuat Thomas merasa mampu melakukan hal-hal yang orang bilang tak mungkin. Thomas ingin selalu dapat dibanggakan oleh ibunya, ibunya menjadi orang yang tak ingin Thomas kecewakan sedikit pun. Ini yang memberi Thomas banyak kekuatan untuk berkarya.
Tak heran kalau Thomas Edison sangat mengagungkan ibunya. Thomas pernah berkata, “My mother was the making of me. She was so true, so sure of me, and I felt I had something to live for, someone I must not disappointed.”
She helped Thomas open a door, making him love himself a little more.
Orang kedua yang ingin saya bahas juga mampu berprestasi karena ibunya. Ibu dari orang ini membuatnya tidak melihat kekurangan diri, malah menganggapnya sebagai kelebihan. Orang ini adalah Jack Welch, manajer terbaik abad XX, mantan CEO General Electric.
Sejak kecil, Jack Welch tidak lancar berbicara. Ia gagap dan sering diejek teman-teman karena hal ini. Jack Welch bisa saja minder. Untunglah ibunya berkata, “Itu karena kau begitu pintar. Tak satu lidah pun yang bisa mengimbangi kecepatan otakmu.” Perkataan ibunya ini sangat melekat dalam diri Jack. Gagapnya tidak sembuh, tapi kepercayaan dirinya meningkat jauh.
“Mau jadi apa saja, bisa. Kau tinggal mewujudkannya saja,” begitu perkataan ibunya pada Jack. Bukan sekadar ucapan, ibunya terus menunjukkan rasa percaya pada Jack.
She helped Jack opened a door, making him love himself a little more.
Orang ketiga adalah manusia paling berpengaruh di dunia. Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wasalam. Untuk menunaikan tugas yang sangat berat yakni memperbaiki akhlak manusia, Rasulullah didampingi wanita yang sangat mulia, Ibunda Khadijah.
Khadijah adalah contoh ideal wanita yang sangat percaya pada suaminya. Suatu malam, sehabis menerima wahyu pertama, Rasulullah menggigil minta diselimuti oleh Khadijah. Rasulullah khawatir dirinya terkena sihir.
Namun Khadijah menghibur Rasulullah dengan berkata, “TIdak, Allah Subhanahu wa ta’ala tak akan meninggalkanmu. Engkau adalah orang yang adil. Engkau membantu orang yang membutuhkan. Kau menolong orang miskin. Engkau sangat memuliakan tamu. Apa yang terjadi padamu tak mungkin datang dari setan.”
Coba kita lihat apa yang terjadi sebelum Rasul menerima wahyu. Malam-malam, Rasul keluar untuk menyendiri. Beliau ingin mencari jawaban dari kerisauannya.
Dari mata seorang wanita, sangat mungkin Khadijah berpikir, “Ada apa ya dengan suamiku? Makin sering keluar malam-malam untuk menyendiri. Benarkah memang karena ingin mencari jawaban atas kondisi masyarakat yang begini buruknya? Atau ia sudah tidak cinta lagi padaku?”
Perasaan insecure seperti ini bisa saja membuat Khadijah berkata, “Kamu sih keluyuran malam-malam. Jadi aja kan didatangi makhluk aneh.”
Namun Khadijah tidak melakukan dua hal tersebut. Khadijah percaya sepenuhnya kepada Rasul. Tak ada sepatah kata pun yang menunjukkan keraguan dalam hati Khadijah akan perbuatan Rasulullah. Kepercayaan penuh dari Khadijah memberikan energi yang sangat besar pada Rasul untuk terus menyampaikan ayat-ayat Allah. Padahal pada masa-masa itu, Rasul tiap hari mengalami penolakan dari kaumnya. Khadijah berperan besar hingga Rasul mampu konsisten berdakwah setiap harinya.
Sungguh wanita yang sangat mulia. Tak mengherankan kalau Rasul terus memuji Khadijah, “Demi Allah, Dia tidak menggantikan Khadijah dengan yang lebih baik. Karena Khadijah percaya padaku, ketika yang lain mendustakan. Khadijah percaya padaku, ketika yang lain mendustakan. Khadijah membuatku merasa nyaman, ketika yang lain menyangkal…..”
She helped Rasulullah Muhammad open a door, making him love himself a little more
Seorang istri berasal dari tulang rusuk pria. Asalnya dekat dengan hatinya. Tak heran wanita memegang kunci dalam memompa semangat pria. Begitu pula dengan ibu. Seorang pria berasal dari rahim ibu. Ada kerinduan besar dalam diri pria terhadap hati ibunya. Mungkin inilah yang membuat pria memiliki energi yang sangat besar begitu dipercaya ibunya, dan juga pendampingnya.
Benar sudah pernyataan, di balik pria yang hebat ada wanita yang luar biasa. Kepercayaan seorang ibu, kepercayaan seorang pendamping, dapat membuat pria terus berjuang. Dalam kehidupannya, seorang pria akan mengalami banyak rintangan, banyak kegagalan. Dengan adanya wanita yang percaya padanya, pria akan kembali bangkit. Karena ketika ia menoleh, di sampingnya ada orang yang tidak ingin dia kecewakan.
And when it seems my dreams
Have all slipped through my fingers
When they just can’t be found
I turned around and there they are
Shining in her eyes
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment