Tuesday, 16 September 2014
For Young Men Only, Kenapa Cowo "Baik" Kena Friendzone
Melanjutkan Memahami Pria Wanita bersama Feldhahn, buku berikutnya berjudul For Young Men Only.
Jika For Men Only dibuat dengan meriset para wanita yang sudah menikah, For Young Men Only dibuat dengan menggali kesalahpahaman cowo tentang isi pikiran dan perasaan lawan jenisnya.
Buku ini dirancang agar pemuda-pemuda jomblo bisa memahami gadis-gadis di sekitar mereka. Terutama yang mereka taksir. Salah satu poin menarik yang dibahas dalam buku ini adalah mengapa banyak pria baik-baik stuck dalam friendzone.
Buku ini menjawab pertanyaan: Mengapa banyak wanita yang bilang kalau mereka mencari pria baik-baik, tapi perilaku mereka menunjukkan kebalikannya? Mengapa wanita mengabaikan pria manis yang menyukainya dan lebih memilih tipe bad boy?
Jawabannya bukan karena para ladies lebih memilih cowo-cowo nakal daripada cowo baik-baik. Justru cewe-cewe melihat hal-hal baik dalam bad boy ini. Para bad boy memberikan kesan bahwa ia akan menerima, menghormati, dan juga melindungi sang wanita. Ini perkataan beberapa cewe tentang mengapa ia lebih suka bad boy.
“Bad boy ngga takut buat membela kamu. Ia berani menunjukkan cinta, nunjukkin kalau dia peduli.”
“Gue suka cowo yang ga takut buat ngomong sama cewe, buat ngajak gue jalan, buat becanda-becanda, buat ngelakuin hal-hal yang menantang.”
“Bad boy itu ngga manja.”
“Bad boy ngga peduli apa kata orang tentang dia. Dia itu selalu apa adanya. Sementara gue sebagai cewe terlalu banyak mikirin apa kata orang. Itu yang membuat saat di dekat bad boy, gue merasa sedikit lebih bebas.”
Selain itu, bad boy memberi solusi (setidaknya secara lisan) atas kebutuhan wanita untuk diterima apa adanya. Cewe sering merasa insecure dengan penampilannya, bahkan konon cewe paling cantik dan paling populer pun sering merasa seperti itu. Sementara itu, bad boy sering banget memuji cewe dengan perkataan semisal ”Hei cantik.” Mungkin si bad boy hanya bilang sambil lalu, tapi itu sudah membuat cewe merasa nyaman.
Sebetulnya cewe-cewe akan lebih memilih cowo alim daripada bad boy, jika saja para cowo alim lebih berani untuk menunjukkan rasa percaya diri di depan cewe. Ada beberapa tips dari For Young Men Only untuk para cowo alim agar gadis pujaannya tidak direbut bad boy.
#1 Pahami rasa insecure yang cewe miliki: berusahalah untuk melindungi hatinya
Cewe sangat sensitif akan penilaian orang tentang penampilannya dan apakah ia diterima orang lain secara apa adanya atau tidak (duh, kalimat gue belibet). Bilang kalau kamu senang menghabiskan waktu bersamanya. Atau ketika ia bilang lupa dandan hari ini, bilang saja, “Kamu ga dandan, masa sih? Kok tetep cantik.” Selain itu, berusahalah untuk tertawa bersamanya, jangan sampai menertawakannya.
#2 Ambil risiko
“Ketika kau merasa gak yakin sama dirimu sendiri, cewe merasa gak yakin ketika bersamamu. Di dalam diri cewe, kami mau cowo yang mau ngambil inisiatif dan memperhatikan kami,” kata seorang cewe. Cewe suka bad boy karena ia menawarkan hal-hal yang menantang dan membebaskan, walau seringkali terlalu berbahaya. Coba ambil risiko melakukan hal-hal yang baru. Kalau merasa bingung hal apa yang harus dilakukan, coba tanya sang cewe, “Menurutmu hal-hal kayak gimana sih yang menyenangkan itu?”
#3 Kejarlah dia
Mengejar itu sesimpel memulai menanyakan namanya, atau mungkin tambah nomor kontaknya. Selain itu, bisa juga, “Gue sama temen-temen mau nonton nih. Pasti seru banget kalo kamu ikut juga. Mau ikut nonton?”
Kalau kamu, sebagai cowo, merasa terlalu nervous untuk memulai obrolan, coba saja ambil risiko. Cewe akan merasa lebih tersanjung ketika melihat ada cowo yang berani mengajak ngobrol walau tergagap-gagap. Malah cewe merasa sangat berharga, karena ada cowo yang mengabaikan rasa takutnya dan mengambil inisiatif.
For Young Men Only ini panduan yang sangat bagus kalau kamu ingin lepas dari friendzone. Di postingan berikutnya, ada For Young Women Only, yang membahas bagaimana cewe sebaiknya memperlakukan cowo.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment