-->

Berbagai hal menarik yang bisa kita pelajari dari buku dan pengalaman orang lain.

Powered by Blogger.

Wednesday, 23 July 2014

Kind of Woman Every Guy Needs – Bagian 2

1 comment :
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=w8vSqjJA4G0]

When I turn away
She knows those are the times there’s nothing she can say
Nothing that anyone can do
And so she lets me live it through
And when I’m in my darkest hours of uncertainty
She just simply lets me be
And goes right on loving me

Lanjut mengupas isi hati pria. Masih dengan lagu Come What May, saya bahas bagian lirik berikutnya.  Bait ini menjelaskan apa yang pria lakukan ketika menghadapi masalah.

Ada perbedaan mendasar antara pria dan wanita ketika menghadapi masalah. Umumnya wanita merasa harus membicarakan permasalahan yang sedang dia hadapi, alias curhat. Semakin besar masalahnya dia rasakan, makin besar pula kebutuhannya untuk curhat. Dengan mengutarakan isi hatinya ini, wanita mendapatkan kekuatan yang sangat besar untuk mengatasi masalahnya.

Dalam menghadapi masalah, kesalahan cukup banyak wanita adalah menganggap laki-laki punya kebutuhan yang sama dengannya. Wanita umumnya menganggap ketika laki-laki menghadapi masalah, sang pria butuh orang yang bisa menjadi teman curhatnya. Alhasil wanita akan berusaha menggali masalah dan perasaan pria, yang biasanya berujung pada si pria dan wanita menjadi kesal satu sama lain.

Mengapa hal ini terjadi? Penyebabnya wanita salah mengambil asumsi.

Saat pria menghadapi masalah yang berat, biasanya ia akan diam. Mukanya tegang, wanita merasa ada yang tidak beres dengan pasangannya. Ia mencoba menyapanya, yang dibalas dingin oleh sang pria. Lalu wanita mulai mengajak—atau mungkin lebih tepat mengejar—pria untuk bicara.

Pria merasa terganggu, pikirannya sedang ruwet. Pria butuh waktu menyendiri untuk merapikan pikirannya. Semakin wanita mengejar pria untuk berbicara, pria semakin terganggu. Akhirnya pria membentak wanita. Wanita mulai kesal perhatiannya dianggap mengganggu, lalu balik melawan. Keduanya pun menjadi bertengkar.

Kemampuan untuk menghindari naluri wanita inilah yang ditekankan oleh lirik lagu ini. “When I turn away, she knows those are the times there’s nothing she can say.” Ketika pria tertekan dan mulai menjauh, biasanya hal itu terjadi bukan karena salah wanita. Umumnya sang pria sedang mengalami masalah di tempat lain. Bisa jadi di tempat kerja, dengan temannya, atau harinya sedang buruk.

Sesama pria biasanya langsung menyadari. Ketika seseorang dirundung masalah yang berat, sesama pria akan memberi ruang untuk menyendiri. Itulah yang bisa temannya berikan. Wanita yang memahami hal ini akan mendapat banyak poin plus di mata pria.

Sebelum lanjut, saya coba bahas mengapa ada desakan kuat dari wanita untuk mengajak pasangannya bicara.

Ketika menghadapi masalah, wanita sangat butuh curhat. Wanita akan menghindari curhat pada seseorang jika ia benci pada orang tersebut, atau setidaknya ia tidak merasa nyaman curhat dengannya. Ketika pria menarik diri, wanita merasa ada yang salah dengannya. Ketika pria diam saat disapa, wanita merasa sang pria membencinya, atau setidaknya ia merasa pria tidak mencintainya lagi. Wanita mulai insecure. Hingga akhirnya ia terus mengejar, memberondongi pria dengan berbagai pertanyaan.

Tidak merasa dicintai. Ya, itu masalah yang dihadapi wanita saat pria menarik diri. Dan ada hal menarik yang bisa pria pelajari dalam poin ini. Dalam buku Highly Happy Marriages, 7 dari 10 wanita yang sudah menikah merasa bahagia jika suaminya (yang sedang stress) memaksakan diri untuk menenangkan istrinya. Menenangkan, ya, mengatakan, “Saya sedang ada masalah berat dan butuh waktu menyendiri. Ini tidak ada hubungannya dengan kamu, saya masih mencintaimu. Tak perlu khawatir.”

Sementara itu, wanita perlu menyadari bahwa tak ada satu hal pun yang bisa  wanita lakukan ketika pria sedang ingin menyendiri. Bahkan tak ada seorang pun yang bisa menarik pria kembali. “Nothing that anyone can do, and so she lets me live it through.”

Apa yang bisa wanita lakukan saat hal ini terjadi? Menyibukkan diri dengan bersenang-senang. Bersenang-senang sendirian sementara sang pria sedang tertekan? Ya. Itu yang pria butuhkan. Pasangannya percaya bahwa sang pria bisa mengatasi masalahnya sendiri.

Lalu, apakah pria sepenuhnya tidak butuh pendapat wanita. Tidak juga. Ketika pria merasa pasangannya bisa memberikan solusi, pria akan bertanya kok. Wanita perlu percaya bahwa sang pria akan kembali. Bahwa pria hanya menyendiri untuk sementara, bukan tuk meninggalkanmu selamanya (Jadi ganti lagu nih hehe). Sampai pria kembali, wanita bersenang-senanglah dulu, menjalani hobi, atau hang out bareng teman.

Dalam bahasa pria, mencintai itu percaya, yakin. Itulah mengapa liriknya berbunyi,  “And when I’m in my darkest hour of uncertainty, she just simply lets me be and goes right on loving me.”


Maybe, this is the kind of woman every guy needs.

1 comment :

  1. baru tau kl kamu pakar hubungan pria dan wanita fer hahahahaha~

    ReplyDelete