-->

Berbagai hal menarik yang bisa kita pelajari dari buku dan pengalaman orang lain.

Powered by Blogger.

Tuesday, 1 July 2014

Know Your Farmer, Know Your Food

No comments :
Di Amerika Serikat, mulai muncul tren Know Your Farmer, Know Your Food. Masyarakat AS sudah makin curiga akan praktik yang dilakukan peternakan atau pertanian besar. Mereka khawatir adanya campuran bahan kimia yang berbahaya bagi manusia dalam jangka panjang.

Dalam pertanian misalnya. Apakah pakai pestisida? Begitu pula dalam peternakan. Apakah pakan ternaknya dicampur hormon? Atau mungkin dalam proses penyajiannya ditambahkan bahan pengawet, sementara ada sebagian masyarakat yang ingin makanannya benar-benar alami.

Tren di AS ini timbul karena banyaknya masyarakat yang mapan. Di Indonesia tren ini belum menyebar, namun orang-orang yang peduli tentang asal-muasal makanannya mulai bermunculan. Dan jumlahnya terus bertambah. Misalnya saja, makin banyak ibu-ibu yang ingin memberi anaknya susu, namun khawatir sapi-sapinya diberi pakan yang ditambah hormon. Akhirnya para ibu ini mulai mencari susu yang jelas asal-usulnya.

Hal ini pula yang membawa saya ke seorang peternak di Malang, Hadi Apriliawan. Hadi ini seumuran dengan saya, namun sudah bisa menciptakan alat pasteurisasi susu dengan menggunakan listrik. Hebat ya! Kini ia mengembangkan peternakan kambing etawa dan mengolah susu yang dihasilkan dengan alat pasteurisasi listrik ini.

Mengapa harus menggunakan pasteurisasi listrik padahal kebanyakan pengolah susu menggunakan panas? Protein yang ada dalam susu sensitif terhadap panas. Pasteurisasi dengan dipanaskan membuat protein dalam susu rusak. Pasteurisasi listrik membuat protein yang rusak menjadi jauh lebih sedikit.

Lalu mengapa susu kambing, bukan susu sapi? Sederhananya, susu kambing ini minuman para nabi. Semua nabi menggembala kambing, kesimpulan yang saya ambil pasti pernah minum susu kambing. Tentu saja setelah diteliti, susu kambing ini memiliki kandungan gizi yang lebih banyak daripada susu sapi (bisa dicek di link ini).

Untuk pakan kambing etawa itu sendiri, Hadi menggunakan kulit apel. Peternakannya di Malang alhasil bisa dapat banyak suplai kulit apel. Kalau tidak mencukupi, kambing etawa ini diberi pakan hijauan alias rumput. Daerah Malang yang masih asri juga membuat kambing-kambing ini  hidup lebih sehat.

Dan yang terakhir, sejalan dengan Know Your Farmer, Know Your Food, saya merasa aman mengonsumsi susu yang saya kenal sendiri peternaknya. Susu yang saya percayai pengolahannya aman. Sampai saat ini memang saya belum pernah melihat peternakannya langsung, semoga bisa sempat belajar langsung ke Peternakan Indolaban di Malang. Namun sejauh ini, pilihan terbaik yang saya punya untuk asupan protein ya dengan susu olahan Indolaban ini.

Kekurangannya sejauh ini adalah  harganya masih cukup mahal kalau dibandingkan dengan susu sapi. 25.000 untuk setiap botol 250 ml. Namun bagi saya sebanding dengan manfaat yang saya dapat. Susu yang jelas asal muasalnya dengan kandungan gizi yang lebih tinggi dan lemak yang lebih mudah dicerna. Jadinya cocok tuh buat yang mau diet. Selain itu, pembelian pun belum bisa eceran untuk di luar Malang. Minimal perlu pesan 100  botol.


Bagi yang tertarik untuk mengonsumsi susu dan yogurt kambing etawa ini, saya sudah memesannya dari Hadi. Feel free untuk kontak via SMS atau whatsapp ke 085624380040 (hanya untuk yang tinggal di Bandung ya).

No comments :

Post a Comment