-->

Berbagai hal menarik yang bisa kita pelajari dari buku dan pengalaman orang lain.

Powered by Blogger.

Monday, 29 September 2014

Return of Superman 43: The Neighborhood is Needed to Raise One Child

No comments :
Return of Superman akhirnya menginjak satu tahun. Variety  show  yang semula hanya project 3 episode kini rutin tayang setiap minggunya di Korea Selatan. Rutin juga jadi tontonan di youtube yang diupload sebulan setelah penayangan di negeri ginseng sana.

Episode 43 ini agak berbeda dari biasanya, formatnya talkshow, membicarakan dampak acara ini ke masyarakat Korea Selatan. Menjadi semacam rapor tahunan buat Return of Superman.

The neighborhood is needed to raise one child, inilah tema episode ini.  Kalimat yang mirip dengan peribahasa Afrika yang kurang lebih artinya, “It takes one village to raise a child.” Merawat anak itu bukan hanya tugas ibunya saja. Butuh partisipasi semua orang. Ini dipicu dengan orang sebenarnya dekat dengan anak namun terasa jauh dari tugas merawat anak: ayah.

Di Korea Selatan mulai lahir Golden Age of Daddy Child Care. Saat hari libur, di taman-taman mulai banyak anak yang bermain ditemani ayahnya. Hal yang masih langka di Indonesia. Bahkan kini ada komunitas Child Care Leave Movement. Para ayah ngebela-belain cuti agar bisa berinvestasi quality time dengan anaknya.

Mengapa Return of Superman ini bisa sampai booming? Faktor anak-anaknya yang lucu tentu menjadi satu faktor, tapi ada acara lain yang menayangkan hal yang sama.  Return of Superman menawarkan  muatan emosional: harapan akan sosok ayah yang diharapkan.

Walau tidak semua, banyak orang yang berharap, “Andai saja ayah saya seperti ini…” Sayangnya walau punya harapan seperti itu, tampaknya tidak mudah juga menjadi sosok yang diharapkan ketika menjadi orang tua.






Return of Superman, yang menyajikan kehidupan sehari-hari para ayah yang “dipaksa” merawat anaknya secara penuh menjadi inspirasi bagi para penonton. Para ayah jadi tahu apa yang bisa mereka lakukan ketika bersama anak-anaknya. Para ibu bukan hanya mengomel atau memendam perasaan ketika suaminya tak ikut merawat anak, namun memberi contoh, “Tuh Yah, bagus tuh yang dilakukan Ilkook/Hwijae/Sunghoon/Tablo/Hyunsung/Jungtae.” Acara ini juga bisa jadi bahan obrolan tentang gaya parenting yang akan dipakai di rumah.

Ada pernyataan menarik dari penonton Return of Superman yang merawat anaknya full time. Para ayah yang merawat anaknya juga bisa mengalami stres yang biasa dihadapi para ibu. Post natal depression. Apakah itu? Ini beberapa gejala post natal depression:
  1. Merasa kesepian
  2. Merasa tak ada yang mengerti apa yang kita rasakan
  3. Merasa senang saat berada bersama anak-anak, namun pada saat yang bersamaan merasa sulit juga bersama mereka

Mendengar hal  ini membuat saya menjadi lebih  sadar pengorbanan yang harus diberikan ibu untuk membesarkan saya. Dan setelah saya menikah nanti, semoga saya jadi lebih memahami perasaan istri saat merawat anak. Duh kok jadi melankolis begini.

Partisipasi para ayah ini menjadi pemicu, agar masyarakat ikut membesarkan anak. Bukan hanya orang tua yang diperlukan untuk mendidik anak, namun semuanya harus turut serta. Neighborhood is needed to raise one child. Seperti yang dikatakan psikolog di akhir episode 43 ini.

“(Keikutsertaan semua pihak) memberi efek positif pada anak. Ketika kita berkumpul, secara otomatis anak-anak akan menjadi pusat perhatian. Bukan hanya orang tuanya, semua orang akan menunjukkan rasa cintanya pada sang anak. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri anak. Anak-anak akan tumbuh dengan lebih baik di tengah-tengah lingkungan masyarakat.”


Ini hikmah yang saya dapat dari episode ini. Ada pelajaran lain yang kamu ambil?

No comments :

Post a Comment