Thursday, 9 October 2014
Return of Superman #44: The Neighborhood is Needed to Raise One Child (bagian 2)
Return of Superman episode kali ini banyak menceritakan di balik layar talkshow 1 tahun acara ini. Banyak hal lucu dari interaksi antaranak, namun tetap ada pelajaran menarik yang saya ambil. Hal menarik pertama yang saya pelajari dari Hwijae.
Mengajarkan Kemandirian
Hwijae ini jagonya mengajarkan kemandirian pada anak. Saat bayi baru bangun, ia butuh waktu untuk menstabilkan emosinya. Hal utama yang bisa menstabilkan emosi adalah merasa aman di dekat orang tuanya Itulah mengapa biasanya bayi menangis mencari orang tuanya saat bangun tidur.
Begitu pula pada Seoeon dan Seojun. Saat bangun mereka menangis mencari orang tuanya. Hwijae ingin mengajarkan pentingnya berusaha pada anak-anaknya. Ia tak mau orang tua yang datang menghampiri anak, namun anak yang berusaha menenangkan diri dengan mendatangi orang tua.
Agar anak merasa tenang, Hwijae berteriak. Seoeon dan Seojun jadi tahu bahwa orang tuanya ada di dekat mereka. Mereka pun berjalan menghampiri kedua orang tuanya. Menurut saya, hal kecil ini merupakan langkah penting untuk mengajarkan anak yang lebih tangguh dan mandiri.
Dua hal menarik berikutnya saya dapat dari Ilkook.
Menunjukkan rasa cinta
Ilkook ini punya kebiasaan menunjukkan rasa cinta pada istrinya dengan sentuhan. Seperti di bagian ini, Ilkook menunjukkan rasa terima kasihnya dengan memijit punggung istrinya.
Yang istrinya katakan memang terdengar ketus, “Ngapain kamu mukul-mukul saya?” Namun nadanya tidak terdengar kesal. Kalau melihat salah satu riset, setiap 7 dari 10 wanita senang ketika suaminya menunjukkan affection seperti yang Ilkook lakukan. Bentuknya bisa bermacam-macam. Ilkook melakukannya lewat pijitan dan juga kecupan dari belakang seperti yang ditunjukkan gambar di bawah ini.
Tidak salah memang, hal terbaik yang bisa diberikan seorang ayah kepada anak-anaknya memang mencintai ibunya.
Mengajarkan Anak Menangani Konflik
Minguk dan Manse bermain bersama. Interaksi fisik yang intens membuat Manse emosi. Hingga membuatnya memukul-mukul punggung Minguk. Minguk tak terima diperlakukan seperti itu. Ia kejar Manse dan memukul kepalanya.
Saat tampaknya perkelahian akan membesar dan berakhir dengan tangisan, mereka berpelukan. Lucu deh. Ini cuplikannya.
Tentu saja tidak secara otomatis anak-anak ini bisa menjadi seperti ini. Mengendalikan diri dan mengatasi konflik adalah kemampuan yang sulit untuk dimiliki. Orang dewasa saja ada yang bertahun-tahun marah-marahan, apalagi balita yang egonya masih sangat tinggi. Bagaimana anak-anak ini bisa menangani konflik?
Kalau melihat episode-episode sebelumnya, bisa kita amati bagaimana Ilkook mengajarkan mereka untuk mengatasi konflik. Mula-mula pihak yang salah akan diberi hukuman. Setelah itu keduanya diminta untuk berciuman dan berpelukan sebagai tanda saling memaafkan.
Entah berapa lama hal ini akhirnya bisa dipahami dan dipraktikkan oleh Daehan, Minguk, dan Manse walau orang tuanya tidak sedang melihat. Namun cara ini ternyata cukup efektif dan bisa ditiru.
Bersenang-Senang Sekeluarga
Haru, Hyejeong, dan Tablo bersenang-senang bersama. Yang mereka lakukan sederhana, menari mengikuti musik bersama-sama. Memori keluarga semacam ini akan membekas sekali dalam diri Haru. Bahwa yang namanya keluarga itu hangat.
Ini pelajaran yang saya dapat dari episode #44, pelajaran apa yang kamu dapat? Asyik ya tontonan kalau yang kita dapat bukan hiburan semata.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment