Sunday, 16 November 2014
Return of Superman #46 Raising Kids Makes Life A Joy
Ada yang tidak saya ketahui sebelum bertemu anakku
Hal-hal yang takkan kupahami jika saya tak pernah membesarkannya
Kebahagiaan membesarkan anak-anak
Kebahagiaan yang muncul dari memperhatikannya tumbuh dan berubah tiap harinya
Tak peduli betapa pun sulitnya,
Satu perbuatan menggemaskan dari sang anak
Memberikan kekuatan yang kita butuhkan, terasa seperti keajaiban
Itulah mengapa membesarkan anak itu sangatlah berharga
Mengamatinya tumbuh sepertiku saat menghabiskan waktu bersama
Inilah mengapa membesarkan anak itu sangat membahagiakan
Cara Mendekati Anak-Anak
Mun Dongwan, paman Seoun dan Seojun datang berkunjung lagi. Tentu saja ia berharap bisa banyak bermain dengan 2 keponakannya. Sayangnya, 2 bayi kembar ini tampak dingin. Padahal beberapa bulan sebelumnya Seoun dan Seojun sangat suka bermain dengan pamannya ini.
Tentu saja hal ini membuat Dongwan kecewa. “Saya merasa dikhianati,” katanya. Pengalaman seperti ini pernah juga saya alami. Bermain bersama anak-anak dan bersenang-senang bersama. Lalu beberapa waktu tidak bertemu. Saat bertemu kembali sang anak menganggap saya seperti orang asing. Perasaan Dongwan ini membuat saya teringat kembali momen itu.
Sampai sekarang saya sendiri tidak tahu penyebabnya apa. Entah sang anak yang sudah lupa, atau ia butuh waktu untuk bisa merasa nyaman kembali dengan kita. Namun Dongwan punya caranya tersendiri untuk membuat anak mau bermain lagi dengannya: merangsang rasa ingin tahu anak. Dongwan bermain-main menggerakkan lampu senter. Seoun langsung berpikir, “Apa itu?” dan mulai mengejar-ngejar lampu senter. Mereka pun menjadi akrab kembali.
Tiap anak punya rasa ingin tahu yang besar. Untuk bisa akrab dengannya kita harus memicu rasa ingin tahunya itu. Pelajaran ini pertama kali saya dapat dari Butet Manurung. Dalam buku Sokola Rimba, Butet menjelaskan tentang caranya menjadi akrab dengan anak-anak di pedalaman Jambi. Saat awal bertemu ia akan cuek dengan sang anak, untuk bisa memicu rasa penasarannya. Setelah itu ia akan memperlihatkan hal menarik pada anak. Beberapa lama kemudian mereka menjadi akrab.
Tentu saja hal yang memicu rasa ingin tahu tiap anak itu berbeda. Seoun sangat penasaran akan cahaya lampu senter. Sementara Seojun tidak. Hal ini yang membuat bermain dengan anak-anak menarik. Tiap anak punya rasa ingin tahu yang berbeda, mendekatinya pun perlu cara yang berbeda pula. Tidak bisa dipukul rata. Merepotkan memang. Namun setelah berhasil, kebahagiaan yang kita dapat berkali-kali lipat.
Memasak Bersama Anak
Salah satu kegiatan belajar yang bisa dilakukan anak sejak dini adalah memasak. Sarang diajak memasak membuat kimchi dan kentang bakar oleh ibu dan kakek neneknya. Aktivitas yang Sarang lakukan memang masih sederhana, memasukkan kol ke mangkok dan juga kentang ke perapian. Namun dengan feedback positif berupa pujian akan membentuk imej dalam dirinya bahwa ia bisa memasak kalau mau berusaha.
Menonton film anak
Salah satu dilemma ketika mendidik batita adalah dalam menentukan tontonan yang baik untuk mereka. Banyak acara televisi yang belum layak untuk anak-anak tonton. Bahkan acara yang tampaknya dirancang untuk anak-anak pun bisa jadi punya pengaruh yang buruk. Walau begitu, tontonan yang tepat akan membantu pembelajaran anak.
Daehan, Minguk, dan Manse sangat menyukai Robocar Poli. Bagi Ilkook, serial kartun ini sangat membantunya dalam membesarkan ketiga anak kembarnya ini. Acara favorit yang sama membuat ketiganya lebih rukun ketika Robocar Poli diputar. Tema Robocar Poli yang berkutat pada nilai saling tolong-menolong membuat Daehan, Minguk, Manse mengembangkan permainannya sendiri. Salah satu anak akan berteriak “Tolong saya!” lalu dua anak lainnya akan bergegas menyelamatkannya. Cara unik dari film dalam membantu anak bersosialisasi dengan sesamanya.
Dengan mengetahui tontonan yang disukai anak juga bisa menjadi bahan diskusi. Dalam episode sebelumnya Ilkook dan ketiga anaknya melihat ke luar jendela lalu mengamati mobil-mobil di jalan. Tentu saja, tidak semua film anak punya efek positif seperti ini, bahkan bisa jadi acara yang sama punya efek buruk pada anak tertentu. Memilihkan konsumsi tontonan yang sesuai dengan karakter anak menjadi kunci dalam hal ini.
Mendidik Anak Laki-Laki Menjadi Tangguh
“Mereka itu laki-laki. Saya harus mendidik mereka supaya lebih tangguh,” kata Ilkook. Dalam hidup akan ada masalah-masalah yang dihadapi. Seberapa kuatnya mental seseorang akan menentukan pandangannya akan besar-kecil masalah tersebut.
Orang tua perlu merancang kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. Ilkook melakukannya dengan mengajak anak bermain flying fox. Karena belum merasa nyaman, si tiga anak kembar menangis. Selama tidak membuat anak menjadi trauma, memang perlu memberikan kesulitan-kesulitan yang membuat anak menjadi semakin tangguh.
Mengenali Perbedaan Karakter Anak
Dengan mengamati anak saat melakukan aktivitas tertentu, kita bisa mengetahui karakternya secara spesifik. Tiap kepribadian punya kelebihannya masing-masing, dan tiap kelebihan pasti diiringi dengan kekurangan. Saat bermain-main dengan balok tahu besar, Seoun langsung bermain menghancurkan tahunya sementara Seojun menyentuh tahu selama beberapa saat baru bermain menghancurkan tahunya juga.
Kesimpulan yang saya ambil, Seoun ini tipe anak yang lebih dominan didorong oleh perasaan. Ia akan suka bertingkah tertentu untuk menyenangkan orang lain. Contohnya mengedipkan matanya atau melingkarkan tangannya membentuk hati. Seoun ini tipenya ekspresif, yang biasanya impulsive juga. Kekurangannya adalah bisa jadi ia terbawa perasaan saat mengalami kesulitan, ia lebih sering mengeluh. Salah satunya terlihat di episode 47, Seoun yang menyerah duluan saat menaiki tangga. Pada episode ini juga Seoun langsung menangis ketika merasa tidak nyaman. Dengan mengidentifikasi hal ini sejak kecil, kita bisa melatih Seoun agar lebih bisa mengendalikan perasaannya. Sehingga kekurangannya ini tidak terlalu menjadi masalah ketika ia dewasa.
Lain dengan Seojun, secara alami ia berpikir dulu sebelum bertindak. Saat bermain dengan tahu, ia akan berusaha untuk mengenali mainannya. Setelah merasa aman, baru ia bermain dengan bebas. Kelebihan orang seperti Seojun ini adalah umumnya lebih cerdas. Salah satu contohnya saat ia pamannya pergi dan ia ingin mengambil boneka, ia akan menyingkirkan benda-benda yang menghalanginya dulu baru bonekanya ia ambil. Alhasil tidak ada barang yang ia jatuhkan selama bermain dengan boneka.
Kekurangan yang mungkin ia miliki adalah ia tampak lebih dingin jika sudah besar nanti. Namun dengan pengajaran tata krama dari Hwijae seharusnya ini tidak terlalu menjadi masalah.
Ini pelajaran yang saya dapat dari episode ini, bagaimana dengan kamu?
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
Wiiih sampe dianalisis~
ReplyDeleteIya dong. Biar gaya dikit hehe
ReplyDelete