Monday, 16 March 2015
Hati-Hati dengan Keraguan
“Kalau kita marah, yang Rasul sarankan adalah diam. Kalau
mendengki, yang Rasul sarankan adalah melihat orang yang kondisinya lebih buruk
dari kita. Sementara kalau kita merasa ragu, solusinya adalah shalat.” Ini ilmu
tentang bahayanya keraguan dalam diri seorang muslim yang saya dapat dari “guru
kungfu” saya.
Saat melihat seseorang marah, Rasulullah bersabda, “Kalau
sekiranya dia mengatakan Audzubillahi minasyaithon (saya berlindung kepada
Allah dari setan). Maka akan sembuh apa yang ada pada dirinya.” (HR Bukhari
Muslim) Saat marah, obatnya adalah istighfar.
Saat merasa SMS (senang melihat orang lain susah dan susah
melihat orang lain senang) alias iri dan
dengki, obatnya adalah melihat orang di sekitar kita. Rasul bersabda, “Jika
salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan
rupa, maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” (HR Bukhari dan
Muslim)
Sementara saat kita ragu, obatnya adalah shalat. Ada makna
yang sangat dalam ketika Rasul menganjurkan kita untuk shalat.
Shalat adalah ritual tertinggi dalam mendekatkan diri kepada
Allah. Salah satu ibadah yang paling utama. Kalau Rasul memberikan “resep obat”
dari keraguan adalah shalat. Kita perlu sangat berhati-hati jika rasa ragu
menghinggapi hati.
Obat dari ragu adalah shalat istikharah, meminta petunjuk
dari Allah. Jika kita merasa ragu dalam suatu hal, kita pertimbangkan
matang-matang lalu ambil keputusan. Setelah
itu kita minta petunjuk atas pilihan tersebut—yakni dengan istikharah.
Ada hal menarik tentang shalat istikharah
Hal pertama adalah istikharah tidak akan membuat kita
menjadi tenang. Tidak ada dalil yang menyebutkan kalau setelah istikharah, hati
kita akan merasa benar-benar nyaman dengan pilihan yang kita ambil. Kalau hati
merasa gundah, Allah sudah mewanti-wanti kalau obatnya adalah memperbanyak
mengingat Allah.
Kalau begitu, apa gunanya shalat istikharah? Salat istikharah membuat seorang muslim tidak akan menyesal.
Ya. Hal yang dijamin dari shalat istikharah adalah tidak
akan adanya penyesalan dalam diri kita. Mengapa? Karena setelah shalat
istikharah, Allah akan benar-benar membimbing kita.
Salah satu adab dalam berdoa adalah benar-benar yakin kalau
Allah akan mengabulkan doa kita—alias batin dalam keadaan muuqinun. Saat istikharah, kita berdoa meminta
petunjuk. Maka untuk memenuhi adabnya, kita harus benar-benar yakin Allah akan
beri petunjuk.
Maka setiap kali kita bingung untuk mengambil keputusan,
istikharah adalah obatnya. Walau memang istikharah tidak dibatasi hanya saat
kita merasa bingung. Karena sejatinya istikharah dilakukan saat kita menetapkan
diri untuk melakukan sesuatu. Namun istikharah menjadi sangat membantu ketika
kita merasa berada dalam persimpangan hidup.
Ada yang dilarang setelah shalat istikharah
Setelah shalat istikharah, yang dilarang adalah berdiam
diri. Istikharah dilakukan setelah kita mengambil keputusan. Mungkin mengambil
keputusan ini ada yang bisa dalam waktu cepat, namun ada pula yang butuh waktu
berhari-hari, berminggu-minggu, atau mungkin lebih lama.
Bisa jadi butuh informasi lebih banyak sebelum satu
keputusan diambil. Namun setelah memutuskan, berdoalah meminta petunjuk kepada
Allah dengan istikharah. Setelah itu jangan berdiam diri, ambil langkah sesuai
keputusan tersebut.
Istikharah tidak membuat kita pasti mengambil keputusan yang
benar. Manusia itu tempatnya salah. Bisa saja setelah istikharah, kita
mengambil keputusan yang salah. Namun Allah akan membelokkan kita di tengah
jalan agar pada akhirnya keputusan yang benarlah yang kita ambil.
Misalkan kita merasa bingung untuk mengambil satu kesempatan
atau tidak. Lalu setelah berbagai pertimbangan kita memutuskan untuk
mengambilnya. Setelah itu, kita berdoa meminta petunjuk kepada Allah dengan
shalat istikharah. Ternyata menurut Allah sebaiknya tidak kita ambil. Allah akan belokkan jalan kita agar pada akhirnya kesempatan itu tidak
kita ambil.
Inilah keberkahan dari shalat istikharah. Tidak akan
menyesal. Pada akhirnya langkah kita akan benar-benar sesuai yang Allah ridai.
Asalkan kita benar-benar tulus meminta petunjuk. Bukan hanya mencari-cari
alasan dan pembenaran.
Keraguan membahayakan bagi seorang muslim. Jika merasa ragu,
pertimbangkan berbagai pilihan lalu setelah mantap untuk memutuskan,
istikharahlah.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment