-->

Berbagai hal menarik yang bisa kita pelajari dari buku dan pengalaman orang lain.

Powered by Blogger.

Wednesday, 25 February 2015

Jurnal Mentor #4: Membangun Portofolio

No comments :
Seorang anak saat baligh seharusnya sudah bisa mandiri. Konsep ini yang sudah dilupakan banyak orang. Sekolah 12 tahun membuat potensi banyak anak tertidurkan “hanya” untuk nilai rapor yang bagus.

Walau memang sudah mulai mencari uang sejak SD, saya sendiri baru mulai berhenti minta uang dari orang tua saat masuk kuliah. Itu pun dari beasiswa, saya digaji untuk kuliah, bukan hasil bekerja. Padahal sudah baligh sejak 12 tahun. Duh.

Saat diamanahi membina 4 pemuda di SMAN 1 Bandung, salah satu fokus saya adalah membangunkan kesadaran untuk mandiri. Targetnya bukan anak harus punya usaha dengan omzet tertentu. Masalah rezeki itu urusan Allah. Kalau mencampuri yang bukan urusan yang bisa kita kendalikan, cuma buang-buang waktu saja.

Targetnya adalah tiap tahun binaan punya portofolio mereka sendiri. Keahlian yang bisa mereka tawarkan ke masyarakat. Alhamdulillah, salah satu pemuda, Muhammad Thariq, memang sudah menekuni art yang ingin dia komersilkan.

“A Whole New Mind: How The Right Brainer Will Rule The World” Begitu judul buku Dan Pink yang memulai gelombang besar otak kanan. Thariq ini senang menggambar. Dia sudah berinisiatif membuat karya seperti ini.

Yang paling unik adalah gambar Christiano Ronaldo. Dia rancang agar menjadi pop up. Kalau dilihat langsung akan ada 4 lapisan permukaan yang menonjol.

Presiden Jokowi dibuat jadi mozaik. Unik juga

Bakal dihajar sama fansnya Tailor Swift nih bikin artisnya jadi serem

Joker yang satu ini cukup keren.

Kritik dari dosen ITB soal karya yang satu ini kurang ada ciri khas.
Perlu buat individualisme kalau mau masuk segmen gambar jenis ini

Christiano Ronaldo dibuat mozaik pop up.
Kalau dilihat langsung akan ada 3 lapisan permukaan dupleks.
Saya ini penikmat seni. Tapi kurang mengerti pengembangan bakat seperti ini bisa dibawa ke mana. Saat mentoring kali ini saya ajak binaan bertemu salah satu dosen Seni Rupa ITB yang juga teman saya.

Tujuannya cuma satu: agar dia mendapat feedback tentang karyanya. Seperti kata Bill Gates dalam TED speechnya, yang membuat seseorang berkembang adalah sistem feedback yang bisa ia terima.
Ada beberapa saran teknis. 

Namun yang paling penting adalah bagaimana sebagai artist ia harus mengembangkan tastenya dia sendiri. Memperhatikan dan menganalisis karya-karya orang lain adalah latihan yang bisa diambil untuk mengasah hal ini.

Saya lihat karyanya ini bagus untuk dipromosikan di instagram dan mulai dijual di tees.co.id. Menurutmu gimana?

No comments :

Post a Comment