Monday, 5 October 2015
Hei Kamu, Si Kolam Kecil!
Aku ingin terhubung lagi denganmu
Hei Kamu, Si Kolam Kecil!
Pagi ini aku sedikit nakal
Kutendang-tendangkan kakiku
Mengajakmu bermain
Kau sambut dengan riak-riak kecil
“Aku berkomitmen
untuk peduli,” katamu
Ah, kamu selalu berhasil membuatku tersenyum
Hei Kamu, Si Kolam Kecil!
Kulemparkan batu karena kesal
Aduh, Kau balas dengan cipratan
“Perlakukan aku dengan baik, aku ini berharga,” katamu
“Maaf, ayo kita bicara dengan baik,” jawabku
Hei Kamu, Si Kolam Kecil
Pagi ini Kamu ada lagi untukku
Bukan cuma aku
Ada juga burung-burung yang terbang menciummu
Ada juga ikan-ikan yang Kau rengkuh
“Ke manakah egomu?” tanyaku
“Aku pun punya ego,” katamu, “tapi aku memilih untuk hadir”
“Hei Kamu, Si Kolam Kecil
Apa Kamu tidak iri pada awan?
Dia juga air, tapi
orang bilang
Awan itu lebih besar
Awan itu lebih indah
Awan itu lebih tinggi”
Dengan tenang Kau jawab
“Hidupku bukan untuk membanding-bandingkan
Bukan untuk bersaing
Aku hidup untuk melakukan terbaik yang Aku bisa
Aku hidup untuk berani menantang diri”
Hei Kamu, Si Kolam Kecil
Mengapa Kamu alirkan dirimu ke selokan?
Bukankah itu membuatmu berkurang?
Kau jawab, “Tahukah Kamu?
Air yang tergenang menjadi kotor
Hanya air mengalir yang tetap jernih
Jika aku mencintai sesuatu, aku perlu berani melepaskannya”
Hei Kamu, Si Kolam
Kecil
Kamu yang menjadi dirimu apa adanya
Kamu yang jujur pada diri Kamu sendiri
Terima kasih sudah menjadi temanku
Terima kasih sudah menjadi guruku
Hei Kamu, Si Kolam Kecil
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment