Wednesday, 20 August 2014
Return of Superman: Belajar Menjadi Keluarga
Tahun ini di Korea Selatan ada variety show yang sangat keren, namanya Return of Superman. Reality show ini menunjukkan bagaimana interaksi antara seorang ayah dengan anaknya. Reality show ini unik, berawal dari masalah Korea Selatan dan dirancang untuk mengatasi permasalahan di sana. Mengapa?
Etos kerja keras masyarakatnya membuat Korea Selatan telah tumbuh menjadi negara maju. Dari negara kedua termiskin di dunia menjadi salah satu anggota G-20. Kemajuan yang luar biasa. Sayang, di baliknya ada efek samping yang berbahaya. Kerenggangan antaranggota keluarga dan keengganan membangun keluarga.
Saking sibuknya orang tua bekerja, membuat orang tua tak sempat bermain bersama anaknya. Tak ada quality time yang terbentuk. Jika ini berlanjut, anak-anak yang tumbuh tanpa asuhan orang tua ini akan membuat Korea Selatan rapuh sebagai bangsa. Fondasi utamanya—keluarga—keropos. Dengan jarangnya orang tua yang bermain bersama anak, lama-kelamaan orang Korea akan lupa hangatnya keluarga. Terbiasa dengan interaksi yang renggang.
Masalah yang kedua adalah keengganan membangun keluarga. Ini penyakit yang dialami banyak negara maju, anak mudanya enggan menikah. Keenganan menikah membuat populasi penduduk menurun.
Generasi tua sedikit demi sedikit wafat sementara anak mudanya tidak bereproduksi. Walau memang punya anak itu tidak ada hubungannya dengan menikah, tapi institusi sakral bernama pernikahan yang membuat pertumbuhan penduduk sehat. Padahal besarnya jumlah penduduklah yang memicu kemajuan suatu bangsa.
Di tetangganya, Jepang, penurunan populasi sudah pada tingkat mengkhawatirkan. Anak mudanya enggan menikah, merepotkan katanya. Kini pertumbuhan penduduk Jepang mulai minus. Jika ini berlanjut, puluhan hingga ratusan kota di Jepang akan tidak berpenghuni. Jepang akhirnya akan kekurangan SDM unggulnya.
Korea Selatan tampaknya akan menghadapi masalah yang sama. Kini pemudanya mulai menunda menikah. Banyak wanita yang baru menikah pada usia 30-an. Salah satu penyebab terbesarnya bisa jadi karena anggapan membentuk keluarga itu merepotkan.
Return of Superman menyelesaikan masalah ini dengan menyorot kehidupan ayah dan anak. Para ayah—yang mereka sebut Superman—diberi tugas mengasuh anaknya selama 48 jam, tanpa campur tangan ibunya. Ya, istri para Superman ini dibebastugaskan dari mengasuh anak selama 2 hari penuh. Dinamika para Superman bersama anak-anaknya ini menarik untuk diamati. Buat saya, tontonan seperti Superman ini memberikan banyak pelajaran.
Para Superman ini latar belakangnya artis. Namun sebagai ayah, mereka seperti ayah-ayah kebanyakan. Mayoritas pria tidak dilatih untuk menjadi ayah. Ayah amatir, dengan anak-anaknya sebagai “kelinci percobaan.” Justru ini daya tariknya.
Return of Superman menonjolkan kehidupan seorang ayah bersama anaknya. Para Superman ini banyak tidak tahu tentang bagaimana menjadi ayah. Hal ini menghilangkan ketakutan para pria yang enggan berkeluarga. Pria merasa, “Oh, dia yang sudah menjadi ayah juga banyak kurangnya. Saya juga harusnya bisa.”
Walau begitu, para Superman ini juga tak bisa diremehkan. Mereka punya kelebihan-kelebihan yang diterapkan dalam mengasuh anak-anaknya. Ini menjadi inspirasi bagi penonton—seperti saya yang mendapat banyak sekali pencerahan—tentang bagaimana mengasuh anak seharusnya. Penonton bisa meniru hal-hal baik yang Superman lakukan.
Pengambilan julukan Superman kepada para ayah yang menghabiskan waktu bersama anaknya juga pemilihan yang jenius. Peran ayah kini sering dikerdilkan menjadi hanya mencari nafkah. Ayah yang mengasuh anaknya menjadi tampak seperti kurang kerjaan. Dengan adanya julukan Superman ini, para ayah menjadi disadarkan kembali akan tugasnya sebagai kepala keluarga. Pemberian julukan Superman juga menjadi istilah tersendiri, yakni para ayah yang aktif mendidik anaknya.
Dengan kembalinya peran ayah yang menyeluruh ini, keluarga juga menjadi lebih harmonis. Para wanita sangat senang jika pasangannya turut mengambil peran mengasuh anak. Tingkat kebahagiaan wanita meningkat dengan kembalinya para Superman ini. Para Superman ini juga jadi lebih bahagia karena istrinya tampak bahagia. Anak-anak juga senang karena orang tuanya bahagia. Efeknya mendomino.
Sebagai penutup, berikut ini foto para Superman dan anak-anaknya yang sangat menginspirasi.
Hyun Sung bersama Junu dan Junseo
Hyunseong ini ayah yang sangat canggung, namun kemampuannya berdiskusi dengan anak-anaknya sangat menginspirasi. Obrolan malam bersama Junu dan Junseo sangat berkualitas. Tak heran kedua anak laki-laki ini punya kemampuan mengutarakan pendapat yang sangat bagus. Sayang Superman yang satu ini sudah tidak tampil lagi.
Sung Hoon bersama Sarang
Sung Hoon, pejudo yang sangat memanjakan anaknya, Sarang. Perkembangan Sung Hoon dari yang segala membolehkan menjadi menerapkan disiplin ini bisa menjadi role model. Kalau melihat anaknya, Sarang ini anak cerdas yang tahu apa yang dia mau.
Hwijae bersama Seoeon dan Seojun
Membesarkan anak kembar itu pekerjaan yang sangat sulit. Itu impresi yang saya dapat ketika melihat Hwijae mengasuh Seoeon dan Seojun. Namun melihat rasa puas yang didapat Hwijae, pengorbanan itu sangat setimpal.
Tablo bersama Haru
Tablo, ayah satu lagi yang memanjakan anaknya, Haru. Haru ini gadis manis yang sangat suka binatang. Haru punya bakat yang sangat besar dalam komposisi music.
Jung Tae bersama Yakkung
Yakkung, anak yang sangat suka menari. Saya belajar banyak dari Jung Tae tentang unconditional love. Yakkung ini termasuk lambat dalam berbicara, namun Jung Tae tetap percaya pada anaknya. Rasa percaya ini terbayar karena Yakkung menyimpan bakat terpendam. Begitu bisa berbicara, Yakkung bisa berbahasa Inggris dan hapal alfabet, padahal usianya baru 3 tahun. Sayang Jung Tae dan Yakkung harus berhenti karena ada masalah dengan politisi.
Ilkook bersama Daehan, Minguk, Manse
Ilkook ini bisa dibilang Hyper-Superman. Membesarkan tiga anak kembar sendirian. Satu kata: wow! Nama tiga anak ini agak konyol. Jika nama Daehan dan Minguk digabung artinya Republik Korea. Sementara Manse maknanya hore. Daehan Minguk Manse maknanya Long Live Republic of Korea.
Gyeongwan & Yunjeong bersama KkomKkom
Pasangan ini menarik, karena mulai shooting saat anaknya masih dalam kandungan. Menarik melihat dinamika pasangan orang tua baru.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment