-->

Berbagai hal menarik yang bisa kita pelajari dari buku dan pengalaman orang lain.

Powered by Blogger.

Wednesday, 24 September 2014

Return of Superman 42: I Will Always Root for You

2 comments :
Menonton Return of Superman selalu memberikan ilmu baru yang mudah saya cerna. Ya, nonton Return of Superman ini seperti belajar ilmu parenting dengan cara yang menyenangkan. Seperti dalam episode 42 ini yang bertema “Aku akan selalu bergantung padamu,” ada beberapa pelajaran yang bisa saya ambil. Sebelum mulai membahas, yuk kita nonton tarian lucu dari 3 anak kembar, Daehan, Minguk, Manse. Silahkan dinikmati.






Poin-poin menarik di episode ini:

Ngga kotor ya ngga belajar

Hwijae ini sabar sekali mengajarkan anak untuk mandiri. Bayi kembarnya, Seoeon dan Seojun baru berusia 1 tahun, namun sudah diajarkan untuk bisa makan sendiri. “Ngga kotor ya ngga belajar,” Hwijae paham sekali kalimat ini. Seperti kata-kata yang ia ucapkan, “Kita siap-siap kotor setiap kalian makan ya.”

Seoeon dan Seojun mulai diajarkan makan sendiri sejak mereka bisa memegang benda. Berkali-kali gagal. Makanan berantakan, tumpah kemana-mana. Baju jadi kotor. Rumah terkotori ceceran makanan. Semua hal ini tidak masalah bagi Hwijae asalkan kedua anaknya bisa belajar untuk lebih mandiri.

Seoeon dan Seojun yang baru 1  tahun belajar makan sendiri

Ya. Orang tua akan menjadi lebih repot dengan mengajarkan bayi makan sendiri sedini mungkin. Namun pengalaman belajar yang anak dapat jauh lebih berharga daripada kerepotan membersihkan baju dan lantai.

Pelajaran lain dari mengajarkan anak makan sejak dini adalah menanamkan pola pikir berani gagal. Bayi makan sendiri itu sudah pasti gagal. Pasti ada yang tumpah, pasti bajunya kotor, pasti lantai kotor juga. Namun bayi jadi mengalami proses gagal. Tak apa kali ini makanan tumpah, asal kamu belajar.

Saya sendiri mengalami betapa seringnya merasa takut gagal, hingga akhirnya tidak mencoba. Padahal biasanya setelah saya evaluasi sebenarnya tak ada yang perlu saya takutkan. Keberanian untuk mencoba lagi dan lagi sampai akhirnya bisa melakukannya sendiri inilah yang Hwijae ajarkan pada anak-anaknya. Pelajaran yang sangat berharga, yang akan melekat pada kedua anaknya sampai dewasa nanti

Melatih Indera Sentuh dan Merasa

Ngga kotor ya ngga belajar

Seoeon dan Seojun dibawa ke arena bermain cat. Seru banget tempatnya. Anak-anak belajar apa yang terjadi ketika benda kering seperti tisu dicelupkan ke cat yang basah. Selain itu anak juga belajar bagaimana melempar. Tisu basah yang menempel di cermin menumbuhkan rasa ingin tahu Seojun untuk terus mencoba. Menarik sekali.

Selain itu anak-anak juga belajar tentang warna, apa yang terjadi ketika warna dicampurkan. Semua ini diajarkan dengan bermain—level tertinggi dari belajar itu ketika kita seperti sedang bermain kan yah. Anak-anak jarang yang mendapatkan privilege belajar seperti ini. Belajar dibatasi hanya pelajaran di sekolah saja, padahal perlu juga belajar melatih semua panca indera yang anak miliki. Sensor sentuh dan rasa anak perlu juga dilatih.

Kreativitas bisa membuat balita fokus

Ilkook, suami idaman banyak wanita, mendapat tantangan besar lagi di episode ini: membuat foto paspor untuk Daehan, Minguk, Manse. Ketiga anaknya ini sangat hiperaktif, sementara untuk mengambil foto ketiganya harus duduk manis. Bisa dibilang ini mission impossible.

Benar saja. Minguk menangis karena kemejanya tidak nyaman dipakai. Manse terus mengetes ayahnya dengan berusaha merobek background foto. Sementara Daehan cuek bermain, namun gagal juga saat difoto. Kalau berada di titik ini, tampaknya saya akan menyerah saja. Berteriak memarahi ketiga anaknya tentu tak akan menyelesaikan masalah, tambah runyam malah. Anak-anaknya belum mengerti.

Di sinilah Ilkook kreatif membuat anak-anaknya fokus. Ia memasang tablet di bawah kamera. Tabletnya ia putarkan video kesukaan ketiga anaknya. Alhasil, Daehan, Minguk, Manse bisa fokus diam dan foto pun bisa dibuat dengan mudah.

Film kartun yang dipasang pada kamera membuat anak bisa fokus

Daehan, Minguk, Manse akhirnya bisa fokus dengan adanya kreativitas Ilkook
Untuk bisa membuat anak mengikuti hal yang orang tua inginkan, butuh kreativitas. Jangan dimarahi karena nyali anak akan ciut dan akan takut mencoba di kemudian hari. Namun cari hal-hal yang anak sukai sehingga anak bisa menurut. Inspirasi yang bagus sekali dari Bung Ilkook.

Mengatasi ketakutan anak

Sarang dan keluarganya bermain ke Tokyo  Tower. Yay! Berada di ketinggian 150 m, rasa takut Sarang terhadap ketinggian mulai muncul. Apalagi ketika melewati lantai kaca yang transparan. Kita bisa langsung melihat dasar tanah. Ngerinya berada 150 meter di atas permukaan tanah langsung Sarang rasakan. Di sinilah terlihat bagaimana cerdasnya sang kakek mengajarkan bahwa rasa takut terhadap ketinggian itu bisa dikelola.

Lantai transparan memicu rasa takut berada 150 meter di atas tanah

Mulanya Sarang diminta untuk berjalan di atas lantai kaca yang transparan. Hasilnya Sarang ketakutan dan tak mau mencoba. Lalu Sarang diminta berjalan sambil dituntun. Hasilnya ketakutan juga dan gagal mencoba.

Setelah itu sang kakek meminta nenek menyanyikan lagu kesukaan Sarang, tentang bagaimana kelinci melompat. Tentu sambil melompat di atas lantai kaca. Kakek memangku Sarang sambil melompat-lompat di atas lantai kaca transparan sambil diiringi lagu kelinci.

Kakek membantu Sarang mengatasi rasa takut

Berhasil, bahkan Sarang meminta lagi. Akhirnya Sarang berani berdiri di atas lantai kaca, mengalahkan rasa takutnya. Sarang belajar tentang mengatasi rasa takut. Dan saya belajar bagaimana membimbing orang untuk mengatasi rasa takut.

Mendukung Hal yang Diinginkan Anak

Haru, anak yang sangat jenius. Bakat menyanyi rap dan mengaransemen lagu sudah terlihat sejak kecil. Selain itu kesukaannya terhadap ikan dan laut sudah bisa ia ungkapkan dengan baik. Hal yang sangat langka. Orang dewasa saja belum tentu punya.

Di episode ini terlihat bagaimana Tablo dan Hyejeong bisa mendukung Haru. Keduanya merasa takut dan khawatir bahwa mereka tak bisa mendukung bakat dan minat anaknya. Namun justru ini yang membuat orang tua Haru ini berusaha sekeras mungkin agar potensi anaknya terfasilitasi. Anak yang jenius bertemu dengan orang tua yang bisa memfasilitasi, jadilah Lee Haru.

Mengajarkan sopan santun pada anak

Selama ini saya merasa lingkungan di tempat saya tinggal terlalu mementingkan prestasi belajar di sekolah dibandingkan manner. Sementara itu Hwijae menyadari pentingnya mengajarkan sopan santun sejak dini. Kalau di episode sebelumnya terlihat bagaimana Sarang diajarkan cara menyapa, kini Seoeon dan Seojun diajarkan cara menyapa orang lain. Orang tua perlu menekankan bahwa sopan santun itu penting juga.


Ini ilmu yang saya dapat dari Return of Superman episode ini, adakah hal-hal lain yang menurutmu menarik di episode ini? Feel free untuk komentar dan diskusi bareng-bareng.




2 comments :